Haji Her Tawarkan Diri Carikan Solusi Kasus Perusakan Indomaret di Palengaan

Khairul Umam meminta masyarakat mengikuti arahan kiai melalui cara yang baik serta mengajak semua pihak menahan diri dan mencari penyelesaian bersama.

Owner BMC Pamekasan, Khairul Umam Handinagoro saat memimpin pemberangkatan bantuan kemanusiaan dari Kantor BMC Pamekasan, Kamis (18/12/2025).

PAMEKASAN, MADURANET – Pengusaha tembakau asal Desa Kadur, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her, menilai perusakan gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, tidak dapat dibenarkan, meskipun peristiwa itu berawal dari keresahan sebagian masyarakat.

“Perusakan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat terhadap gerai Indomaret itu, tidak dapat dibenarkan,” kata Haji Her, Rabu (14/10/2026).

CEO PT Bawang Mas Group itu menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari sejumlah tokoh masyarakat, penolakan terhadap keberadaan Indomaret menjadi pemicu peristiwa tersebut.

Ia menysebut, warga menyampaikan keresahan mereka kepada para kiai, sebagaimana kebiasaan masyarakat Madura, ketika meminta pandangan tokoh agama atas persoalan sosial dan ekonomi.

Menurut Haji Her, penyampaian aspirasi kepada kiai merupakan hal yang lazim dilakukan masyarakat Madura, termasuk oleh kalangan pengusaha ketika menghadapi persoalan tembakau maupun pertanian garam.

Kemudian, lanjut dia, para kiai menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah, dengan harapan persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik.

”Sejumlah kiai telah mengirim surat kepada Bupati Pamekasan, untuk meminta peninjauan kembali pembangunan gerai tersebut,” ucap Haji Her.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemerintah daerah kemudian memberikan teguran, karena perizinan pembangunan dinilai belum lengkap.

Namun, menurutnya, sebagian masyarakat merasa aspirasinya tidak diindahkan, ketika pembangunan tetap berlanjut. Kondisi itu diduga memicu kekecewaan hingga berujung pada perusakan gerai pada Rabu (7/10/2026).

“Sebagian masyarakat merasa seperti tidak didengarkan, bahkan terkesan ditantang. Saya memahami bahwa itu yang menjadi cerita di balik kejadian ini,” ujarnya.

Meski demikian, Haji Her menegaskan bahwa kekecewaan masyarakat, tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan perusakan. Ia meminta, warga kembali mengikuti arahan para kiai dan menyampaikan keberatan melalui mekanisme yang baik.

“Saya mengimbau masyarakat agar kembali mengikuti arahan para kiai, dengan cara dan proses yang baik, bukan malah melakukan perusakan,” kata dia.

Haji Her juga meminta peristiwa tersebut menjadi bahan introspeksi bagi seluruh pihak, baik masyarakat maupun pengelola Indomaret, agar persoalan serupa tidak terulang.

”Saya siap terlibat untuk membantu menyelesaikan masalah ini demi kebaikan bersama,” tuturnya.

Sebelumnya, gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, dirusak oleh ratusan orang yang mengaku tokoh masyarakat dan alumni pondok pesantren di Palengaan pada Rabu (7/10/2026). Peristiwa itu terjadi di tengah penolakan sebagian masyarakat, terhadap keberadaan gerai ritel modern tersebut.

Exit mobile version