Petani Tembakau Cangkreng Tanam Ulang Walau Dihantui Hujan

Hujan deras dua pekan lalu memaksa sebagian petani menanam dari awal

SUMENEP, MADURANET – Pemandangan tak lazim terjadi di Desa Cangkreng, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Saat gudang tembakau mulai melakukan pembelian, dan sebagian besar petani memasuki musim panen, justru masih ada lahan yang baru ditanami tembakau.

Pantauan di lapangan, setidaknya tiga sawah terlihat baru ditanami. Bahkan, ada sekitar lima sawah lain yang dibiarkan kosong tanpa tanaman sama sekali, Kamis (4/9/2025).

Faidal (28) petani setempat mengaku, sebagian petani terpaksa menanam ulang karena bibit yang sudah tumbuh sebelumnya mati diterjang hujan deras dua minggu lalu.

“Ada yang sudah umur seminggu ditanam. Ada juga yang baru tanam kemarin,” ujarnya.

Situasi ini menimbulkan kecemasan di kalangan petani. Tembakau yang baru ditanam awal September kemungkinan besar dipanen lebih lambat, berisiko membuat harga jual di gudang sudah turun.

“Kalau panennya terlambat, biasanya harga sudah turun. Itu yang kami khawatirkan,” kata Faidal.

Di tengah ketidakpastian iklim, pihaknya hanya bisa berharap pada pemerintah.

“Kami terpaksa menanam ulang karena tanaman pertama mati diterjang hujan,” kata Faidal.

Hamid (48), petani lainnya, bahkan memilih tidak menanam sama sekali. Alasannya, secara matematika, masa panen tembakau akan bersamaan dengan musim hujan.

“Saya kawatir tidak nutut masa kemarau karena keburu musim huja. Otomatis tembakau rusak dan harga anjlok,” ujarnya singkat.

Koordinator Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lenteng, Saddam Susilo Kariyanto membeberkan, Agustus 2025 jumlah tembakau yang ditanam tercatat 540 hektar untuk Kecamatan Lenteng. Angka ini lebih rendah dibanding tahun lalu seluas 989 hektar.

“Ada penurunan luas tanam dari tahun lalu karena kemarau basah. Tahun lalu satu musim mencapai 989 hektar” ujar Saddam.

Dirinya menjelaskan, untuk tembakau sawah memang mengalami pengurangan, tapi ada penambahan di lahan tegal.

“Ada juga petani yang menanam setelah padi dengan harapan masih bisa nutut,” pungkas Saddam.

Exit mobile version