PAMEKASAN, MADURANET – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menyasar pembangunan jalan sepanjang 1,5 kilometer, perbaikan rumah tidak layak huni, MCK serta penyediaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Program tersebut resmi dibuka Bupati Pamekasan Kholilurrahman bersama Komandan Kodim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko di Desa Jarin, Selasa (13/10/2026). Pelaksanaan TMMD dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026.
Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko mengatakan, Desa Jarin dipilih karena belum pernah menjadi sasaran program TMMD dan masih membutuhkan peningkatan infrastruktur.
“Desa Jarin ini belum pernah tersentuh program TMMD, sehingga kita memilih Desa Jarin ini sebagai tempat untuk kita bangun bersama. Infrastruktur Desa Jarin di Pademawu ini masih tertinggal, sehingga kita prioritaskan,” kata Agus.
Pada sasaran fisik, terang Agus, TMMD mencakup pengaspalan tiga ruas jalan di Dusun Morsoksok, Dusun Barat, dan Dusun Kotalon dengan panjang masing-masing 550 meter, 320 meter, dan 600 meter. Total jalan yang akan diaspal mencapai 1.470 meter atau sekitar 1,5 kilometer.
”Selain itu, Satgas TMMD membangun jalan baru sepanjang 450 meter, dengan lebar sekitar 3,1 meter, dilengkapi tanggul penahan tanah (TPT),” tambahbya.
Ia menjelaskan, pembangunan tersebut ditujukan untuk memperbaiki akses warga, yang sebelumnya terbatas dan menyulitkan kendaraan roda empat melintas.
”Pekerjaan lainnya, meliputi pembangunan saluran air sepanjang sekitar 400 meter, pemasangan satu unit box culvert atau gorong-gorong, serta satu unit mandi, cuci, kakus (MCK) di Dusun Paninggin,” kata Agus.
Program tambahan lainya, mencakup rehabilitasi 10 rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan pembangunan dua titik sumur bor di Dusun Kotalon. Sumur bor pertama diproyeksikan melayani sekitar 35 kepala keluarga atau 145 jiwa, sedangkan titik kedua ditujukan bagi 25 kepala keluarga atau 115 jiwa.
Dandim juga memaparkan, selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 di Desa Jarin juga mencakup 10 kegiatan nonfisik.
”Antara lain penyuluhan pertanian, bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, BPJS Kesehatan, keluarga berencana, administrasi kependudukan, pengurusan sertifikat tanah, UMKM, pencegahan stunting, dan Posyandu,” jelas Agus.
Tidak hanya itu, Satgas TMMD juga merencanakan penanaman 500 pohon trembesi, di sepanjang jalan yang sedang dibangun.
”Pelibatan masyarakat, mahasiswa, santri, dan unsur kepemudaan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sekaligus memperkuat partisipasi warga,” tegas dia.
Untuk anggaran sendiri, dia memaparkan bawah program didukung anggaran Rp 338 juta dari Mabes TNI AD dan Rp 2 miliar dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Seluruh sasaran ditargetkan rampung saat penutupan TMMD pada 11 November.
Lebih lanjut, Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengatakan, TMMD menjadi salah satu upaya mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia meminta warga ikut membantu pelaksanaan program, agar hasil pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan dimanfaatkan secara optimal.
“Kegiatan TMMD, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat menumbuhkan kesadaran adanya rasa kebersamaan, rasa senasib dan sepenanggungan, dan jiwa gotong royong kita hidupkan kembali,” pungkas Kholilurrahman.
