Danrem Bhaskara Wijaya Disambut Musik Daul dan Tari Moang Sangkal di Pamekasan

Kunjungan Brigjen TNI Kohir ke Makodim 0826 Pamekasan dibuka dengan suguhan seni tradisi Madura. Musik daul dan tari Muang Sangkal menjadi cara menyambut sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal.

Danrem 084/Bhaskara Wijaya, Brigjen TNI Kohir, bersama istri, terlihat tersenyum saat menaiki Grobak Daul di Kodim 0826 Pamekasan, Sabtu (3/10/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Irama musik daul mengalun di halaman Makodim 0826 Pamekasan, Sabtu (3/10/2026) pagi. Di antara bunyi perkusi khas Madura itu, rombongan Danrem 084/Bhaskara Wijaya, Brigjen TNI Kohir, tiba untuk melakukan kunjungan kerja di wilayah Kodim 0826 Pamekasan.

Brigjen Kohir tampak antusias. Senyum lebar terlihat ketika ia menaiki Warisan Budaya Takbenda Pamekasan tersebut, sambil memasuki halaman Makodim.

Sambutan itu tidak berhenti pada musik daul. Setelah irama musik tradisional tersebut usai, giliran tari Muang Sangkal menyambut kedatangannya.

Dua kesenian itu, terang Humas Kodim 0826 Pamekasan, Pelda Dadang, sengaja ditempatkan sebagai bagian dari penyambutan. Bagi Kodim 0826 Pamekasan, keduanya bukan sekadar pertunjukan untuk menyemarakkan agenda kedinasan. Musik daul dan Muang Sangkal merupakan bagian dari identitas budaya Madura yang perlu terus diperkenalkan, termasuk kepada para tamu yang datang ke Pamekasan.

Pelda Dadang mengatakan, penggunaan kesenian tradisional dalam penyambutan tersebut merupakan bagian dari upaya mengenalkan budaya Madura secara lebih luas.

“Kami ingin tradisi dan budaya Madura terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk kepada para tamu yang datang ke Pamekasan,” katanya.

Menurut dia, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan khusus kesenian. Tradisi lokal juga dapat dihadirkan dalam berbagai momentum, termasuk kegiatan pemerintahan dan kedinasan.

”Dengan cara itu, generasi muda maupun masyarakat dari luar Madura dapat mengenali kesenian, yang tumbuh dan berkembang di pulau garam ini,” paparnya.

Dia menjelaskan, kunjungan Danrem 084/Bhaskara Wijaya pun, menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan bahwa, kehidupan masyarakat Madura tidak hanya bertumpu pada tradisi tutur dan nilai sosial, tetapi juga memiliki kekayaan seni yang terus hidup.

“Musik daul dan Muang Sangkal menjadi dua penanda dari kekayaan tersebut. Harapannya, tradisi seperti ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat Madura sendiri, tetapi juga semakin dikenal lebih luas. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup,” ujar Dadang.

Rombongan tersebut juga lansung disambut Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Dandim 0826/Pamekasan Letkol Kav Agus Wibowo Hendratmoko, dan perwakilan Polres Pamekasan serta Kejaksaan Negeri Pamekasan.

Exit mobile version