PAMEKASAN, MADURANET – Persepam Pamekasan menatap fase krusial kompetisi dengan penuh percaya diri. Tim berjuluk Laskar Ronggosukowati itu membidik status juara grup sekaligus menyiapkan kejutan saat tampil di semifinal yang digelar di kandang sendiri.
Pelatih Persepam Anis Fuad mengatakan timnya masih fokus menjalani laga penentuan juara grup. Ia menegaskan tidak ada ruang untuk bersantai.
“Sekarang ini kami sedang menjalani pertandingan untuk juara grup. Tidak ada istilah main-main, kita target juara grup. Anak-anak siap,” kata Anis.
Menurut dia, persiapan menuju semifinal dilakukan secara maksimal, terutama karena laga akan digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Bermain di hadapan publik sendiri dinilai menjadi keuntungan tersendiri bagi tim.
“Untuk pertandingan di semifinal persiapannya maksimal. Apalagi kita akan bertanding di kandang sendiri, Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan,” ujarnya.
Anis menambahkan, para pemain sudah terbiasa menghadapi tekanan saat bermain tandang. Karena itu, ia yakin atmosfer dukungan suporter sendiri nantinya, justru akan meningkatkan mental bertanding.
“Kita sudah pernah mengalami tekanan luar biasa di kandang lawan, apalagi bermain di tengah dukungan suporter sendiri,” katanya.
Semifinal dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026, sedangkan partai final digelar Minggu, 15 Februari 2026.
Sejauh ini, tiga tim telah memastikan tiket ke babak semifinal, yakni Persepam, Persid Jember, dan Persinga Ngawi. Satu tempat tersisa masih diperebutkan Pasuruan United, Persikoba Batu, dan PSMP Mojokerto.
Anis menyebut momentum ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda Pamekasan.
“Pemain akan menunjukkan bahwa anak muda Pamekasan bisa bermain bola,” ujarnya.
Ia pun menjanjikan penampilan berbeda di laga penentuan nanti.
“Kami siap menyuguhkan hadiah untuk masyarakat Pamekasan di semifinal, sampai juara. Saya yakin akan ada kejutan untuk masyarakat Pamekasan,” ucapnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan ribuan suporter, Anis memastikan kondisi mental pemain tetap terjaga.
“Dengan dukungan pemerintah dan suporter sendiri, mental pemain aman. Pemain siap,” pungkasnya.
