PAMEKASAN, MADURANET – Sebanyak 594 ibu hamil di Kabupaten Pamekasan, mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada 2026. Jumlah tersebut berdasarkan pemeriksaan terhadap 10.879 ibu hamil di 21 puskesmas.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pamekasan, Achmad Syamlan, mengatakan penanganan ibu hamil yang mengalami KEK, dilakukan melalui layanan puskesmas. Upaya tersebut mencakup pemberian dukungan gizi, untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu selama kehamilan.
“Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Kesehatan melalui puskesmas menyalurkan bantuan vitamin, susu ibu hamil, dan tablet tambah darah,” kata Syamlan, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan data tersebut, kasus KEK ditemukan pada sekitar 5,46 persen dari seluruh ibu hamil yang diperiksa. Di Puskesmas Palengaan, misalnya, terdapat 47 kasus dari 717 ibu hamil yang diperiksa. Sementara itu, Puskesmas Sopaah dan Kadur masing-masing mencatat 52 kasus, sedangkan Tampojung Pregi mencatat 60 kasus.
Salah satu indikator risiko KEK pada ibu hamil ialah ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) kurang dari 23,5 sentimeter. Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 18,5 kilogram per meter persegi sebelum kehamilan atau pada trimester pertama juga dapat menunjukkan status gizi kurang.
Selain hasil pengukuran, sejumlah tanda yang dapat menyertai kekurangan gizi antara lain tubuh mudah lelah, wajah pucat, kesemutan, serta kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan grafik pemantauan dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Namun, tanda-tanda tersebut, tidak cukup untuk memastikan KEK tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, pemantauan kondisi ibu hamil menjadi bagian penting dalam penanganan. Dinas Kesehatan melalui puskesmas menyalurkan vitamin, susu ibu hamil, dan tablet tambah darah sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan gizi.
