PAMEKASAN, MADURANET – Deretan prestasi santri di bidang Al-Qur’an, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi dasar kuat bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mengajukan label baru sebagai Kabupaten Al-Qur’an.
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyatakan pengajuan tersebut sebagai upaya memperkuat identitas daerah yang selama ini dikenal sebagai Kota Gerbang Salam.
“Setelah Kabupaten Pamekasan memiliki dua label resmi dari pusat dan gubernur, yaitu Kabupaten Pendidikan dan Kabupaten Batik, saya akan mengajukan satu label lagi, yaitu Pamekasan sebagai Kabupaten Al-Qur’an,” ujar Kholilurrahman, Rabu (22/4/2026).
Ia menilai, kekuatan utama Pamekasan terletak pada tradisi pesantren yang konsisten melahirkan santri berprestasi.
Di level internasional, capaian itu tampak dari prestasi Achmad Farhan, santri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Palengaan, yang meraih juara 3 Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) Internasional King Abdul Aziz ke-44 di Makkah pada 2024. Ia juga menjadi delegasi Indonesia pada Event 11 Tahun International Qur’an di Turki, setelah sebelumnya menjuarai Hifzh Al-Qur’an golongan 20 juz pada MTQ Jawa Timur.
Prestasi lebih luas juga ditorehkan oleh Mohammad Salim Ghazali dari Pesantren Al-Mujtamak, Pegantenan. Ia mencatatkan sejumlah gelar bergengsi, mulai dari juara 1 Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits tingkat nasional di Jakarta tahun 2010, juara 1 hafalan Al-Qur’an 20 juz tingkat Asia-Pasifik pada tahun yang sama, hingga juara 1 tingkat internasional di Mesir pada 2011. Selain itu, ia juga meraih juara 1 Musabaqah Hafalan Al-Qur’an 30 juz ASEAN-Pasifik, juara 3 MHQ internasional 30 juz di Iran, serta dipercaya menjadi duta Indonesia pada MTQ internasional di Mesir tahun 2013.
Sementara di tingkat nasional, prestasi juga ditorehkan oleh Salim yang berhasil meraih juara MTQ Nasional tingkat I pada 2006 dan mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan berupa pemberangkatan ibadah haji.
Tidak hanya itu, tiga santri Pondok Pesantren Nurussalam, Palengaan, yakni Mahfuddin, Alif Haidar, dan Hengky Kurniawan, juga berhasil mengharumkan nama Pamekasan dengan meraih juara 1 cabang Cerdas Cermat Al-Qur’an dalam ajang Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) tingkat nasional di Palembang, Sumatera Selatan, pada 2022.
Menurut Kholilurrahman, deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Pamekasan memiliki fondasi kuat dalam pengembangan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ia menambahkan, pengajuan label Kabupaten Al-Qur’an juga menjadi respons atas berbagai fenomena sosial yang dinilai mulai mengikis nilai religius di tengah masyarakat.
“Dalam sepekan terakhir kita disuguhkan berita kurang baik, seperti penyimpangan seksual anak di bawah umur. Barangkali jika Pamekasan ditetapkan sebagai Kabupaten Al-Qur’an, akan muncul rasa malu untuk melakukan hal-hal yang tidak baik,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, bupati menginstruksikan pendataan para hafiz Al-Qur’an di seluruh pondok pesantren sebagai penguat pengajuan ke pemerintah pusat.
“Sebagai penguat pengajuan ke pusat, tolong pak sekda didata nama-nama hafiz di setiap pondok pesantren di Pamekasan,” tandasnya.
Dengan rekam jejak prestasi yang konsisten dari tingkat nasional hingga internasional, pihaknya menilai, Pamekasan memiliki legitimasi kuat untuk menyandang label Kabupaten Al-Qur’an, bukan sekadar simbol, melainkan cerminan dari tradisi dan capaian nyata masyarakatnya.
