Bupati Pamekasan Apresiasi BIP Cetak Rekor MURI Santuni 3.000 Anak Yatim

Santunan 3.000 anak yatim dinilai bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga momentum menumbuhkan ekonomi masyarakat melalui UMKM

Bupati Pamekasan Kholilurrahman dalam agenda santunan 3000 anak yatim oleh BIP, Jumat (6/3/2026).

PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai kegiatan menyantuni anak yatim tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkuat ekonomi masyarakat jika dibarengi dengan pemberdayaan pelaku usaha mikro.

Hal itu disampaikan Kholilurrahman saat menghadiri kegiatan santunan kepada 3.000 anak yatim yang digelar Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) di Gedung Bakorwil Pamekasan, Jumat (6/3/2026).

Menurut dia, kegiatan sosial seperti itu memiliki makna ganda, yakni memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Semoga di bulan suci yang penuh berkah ini kita mendapatkan ridho Allah SWT karena memuliakan anak yatim, memperkuat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM,” kata Kholilurrahman.

Ia menyebut kegiatan tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang mendorong umat untuk peduli kepada anak yatim dan kaum dhuafa, terutama di bulan Ramadhan.

Menurut Kholilurrahman, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih bermakna.

“Hidup kita menjadi berarti jika harta dan semua yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Yayasan Bani Insan Peduli yang dinilai konsisten menanamkan nilai-nilai Qurani melalui kegiatan sosial di Kabupaten Pamekasan.

“Kami atas nama pemerintah daerah sangat mendukung program mulia ini. Ini menunjukkan kepedulian besar terhadap anak yatim di Pamekasan,” kata dia.

Dalam kegiatan tersebut, ribuan anak yatim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pamekasan menerima santunan serta kesempatan berbelanja pakaian, sepatu, dan sandal secara gratis.

Founder Bani Insan Peduli, Ali Zainal Abidin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian sosial kepada anak-anak yatim.

Ia mengaku terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad yang pernah menghibur seorang anak yatim yang kehilangan ayahnya.

“Saya ingin mengabdikan diri untuk anak-anak ini,” ujarnya.

Atas konsistensi dalam kegiatan sosial, Yayasan Bani Insan Peduli juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori santunan anak yatim terbanyak.

Exit mobile version