Singkirkan Pasar Kota Besar Pasar Kolpajung Raih Juara 2 Nasional Pasar Pangan Aman

Komitmen Pamekasan menuju pasar ber-SNI dan bersertifikat halal

PAMEKASAN, MADURANET — Pasar Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pasar kebanggaan warga Madura itu meraih Juara 2 Nasional Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pada 21 Oktober 2025 di Jakarta.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto.

Disperindag Pamekasan menjelaskan melalui Kepala Bidang Pasar, Handiko, Program PPABK menekankan pentingnya pasar yang bebas dari bahan kimia berbahaya seperti boraks, formalin, maupun pewarna sintetis pada produk pangan. Di Pasar Kolpajung, hampir seluruh komoditas, mulai dari tahu, tempe, daging, hingga kerupuk, telah diuji laboratorium oleh BPOM Jawa Timur dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Ini adalah bentuk komitmen Pemkab Pamekasan dalam mewujudkan pasar yang sehat, aman, dan memenuhi standar nasional, termasuk sertifikasi halal,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).

Selain aspek keamanan pangan, tambah Handiko, pasar ini juga memenuhi standar sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai. Mulai dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan sampah, ruang laktasi bagi ibu menyusui, hingga fasilitas air bersih yang sesuai dengan ketentuan lomba.

“Kami mulai menyiapkan segala persyaratan sejak Oktober 2024, setelah menerima surat dari BPOM Jawa Timur. Semua dilakukan secara bertahap, dari pengujian bahan makanan hingga edukasi kepada para pedagang,” jelas Handiko.

Ia menceritakan, setelah melalui serangkaian tahapan, Pasar Kolpajung berhasil masuk lima besar Jawa Timur pada Februari 2025, lalu meraih peringkat terbaik provinsi pada Mei 2025. Prestasi itu mengantarkan Pamekasan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional.

Di ajang nasional, tambah Handiko, Pasar Kolpajung bersaing dengan puluhan kabupaten/kota di Indonesia dan akhirnya berhasil menempati peringkat kedua, di bawah Pasar Sentul Yogyakarta (juara pertama) dan Pasar Kota Medan Bengkulu (juara ketiga).

Dirinya menegaskan, mewujudkan pasar aman pangan tidaklah mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan pedagang yang sebelumnya belum memahami bahaya bahan kimia dalam produk makanan.

“Kami harus sabar dan telaten dalam memberi sosialisasi dan edukasi. Banyak pedagang belum tahu bahaya bahan pengawet bagi kesehatan. Kami turun langsung bersama BPOM Jawa Timur untuk melakukan uji laboratorium di lapangan,” ujar Handiko.

Selain pembinaan, kata dia, koordinasi juga dilakukan dengan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai standar.

Exit mobile version