Wabup Pamekasan H. Sukriyanto Bantu Korban Kebakaran di Proppo 

Pemkab Pamekasan akan berusaha hadir di tengah masyarakat saat mereka terkena musibah karena itu merupakan kewajiban pemerintah sendiri

Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto saat menyerahkan bantuan dari Pemkab Pamekasan kepada korban kebakara rumah di Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, Ahad (19/10/2025).

PAMEKASAN, MADURANET – Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto mengunjungi para korban kebakara di Dusun Tengah, Desa Gro’om, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, pada Sabtu (18/10/2025). Bersama para korban, Sukri berusaha menenangkan mereka agar bersabar karena di balik musibah pasti ada hikmah yang belum diketahui manusia.

Mantan Kepala Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar ini, langsung memberikan bantuan kepada para korban, didampingi Kepala BPBD Pamekasan dan anggota DPRD Pamekasan, Tabri. Kehadiran Sukri atas nama Pemkab Pamekasan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan turut berduka atas musibah ini. Semoga keluarga yang terkena musibah diberi kesabaran dan ketabahan. Percayalah, setiap ujian pasti ada hikmahnya,” ujarnya.

Sukri menambahkan, pemerintah Kabupaten Pamekasan akan berusaha untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka terkena musibah. Sebab, pemerintah memiliki kewajiban untuk membantu ketika masyarakat terkena musibah.

“Kami sebagai perwakilan Pemkab Pamekasan tidak boleh menjauh dengan rakyat. Setiap ada bencana, kami berusaha memberikan bantuan dan menyemangati masyarakat agar mereka tidak terpuruk dalam musibah tersebut,” ungkapnya.

Wabup Sukri mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau panjang yang membuat suhu udara meningkat dan kondisi lingkungan kering.

“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik dan membakar sampah di sekitar rumah. Cuaca panas seperti sekarang sangat rentan memicu kebakaran,” ujarnya mengingatkan.

Kebakaran tersebut menghanguskan empat rumah milik Mat Sa’id (68) dan Marsintem binti Durrahem (80), keduanya merupakan petani setempat. Dua rumah lainnya milik tetangga mereka berdua. Sejumlah barang berharga ikut terbakar, seperti mesin pompa air, genset, mesin perontok padi, traktor, lima BPKB motor, uang tunai Rp19 juta, tiga sertifikat rumah, dua sepeda motor, serta perhiasan emas senilai Rp13 juta. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta.

Exit mobile version