PAMEKASAN, MADURANET – Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Kerja Kesehatan Kabupaten (Rakerkes) 2025 pada 12 sampai 13 Agustus 2025 di Hotel Azana Style, Pamekasan, mengangkat tema “Pamekasan Sehat: Kolaborasi dan Optimalisasi Layanan Kesehatan.”
Acara ini dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Sekda Masrukin, tenaga kesehatan, dan mitra lintas sektor. Rakerkes membahas evaluasi capaian program kesehatan, strategi penguatan layanan, serta pameran inovasi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin menegaskan, kolaborasi lintas sektor adalah kunci.
“Perlu komitmen semua pihak, keterlibatan organisasi profesi untuk menjaga kualitas SDM kesehatan, implementasi sistem rujukan terintegrasi, serta peran aktif masyarakat dan swasta dalam kampanye pencegahan penyakit,” ujarnya.

Saifudin juga menyoroti angka kematian yang masih menjadi perhatian, walau tren menunjukkan penurunan, terutama pada kematian ibu. Data hingga Juni 2025 mencatat 5 kasus kematian ibu, sementara kematian bayi masih didominasi oleh BBLR dan prematuritas (22 jiwa), asfiksia (19), kelainan kongenital (5), infeksi (1), dan kelainan kardiovaskular (3).
Dari sisi penyakit mematikan, data 2024 menunjukkan 10 penyebab kematian tertinggi di Pamekasan, antara lain:
1. Heart failure – 200 kematian dari 2.783 pasien
2. Diabetes mellitus – 167 kematian dari 2.006 pasien
3. Intracerebral haemorrhage – 121 kematian dari 281 pasien
4. STEMI & NSTEMI – 99 kematian dari 1.000 pasien
5. Secondary hypertension – 75 kematian dari 1.379 pasien
6. Adverse effect of drugs – 74 kematian dari 98 pasien
7. Disorders related to short gestation/low birthweight – 68 kematian dari 156 pasien
8. Cerebral infarction – 65 kematian dari 946 pasien
9. Chronic kidney disease (CKD) – 62 kematian dari 605 pasien
10. Septicaemia – 55 kematian dari 343 pasien
Bupati Kholilurrahman dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi menuju masyarakat unggul.
“Kalau tidak sehat, kecerdasan pun tidak akan optimal. Semua faskes harus memberi layanan kompeten, sigap, dan ramah. Dan itu harus melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Masrukin mengingatkan bahwa kondisi kesehatan Pamekasan sedang tidak baik-baik saja. Angka kunjungan RS mencapai 2 juta pertahun, yang artinya masyarakat dua kali masuk rumah sakit kalau dilihat dari jumlah penduduk.
“Tenaga kesehatan ke depan lebih memperhatikan kesehatan masyarakat secara menyeluruh,”
Rakerkes ini diharapkan menjadi tonggak koordinasi untuk memperkuat sistem kesehatan Pamekasan menuju target Pamekasan sehat.
Dalam kegiatan ini, 15 fasilitas layanan kesehatan, menerima penghargaan dengan berbagai kategori. Puskesmas Teja, Puskesmas Kadur, Puskesmas Sopaah, Puskesmas Kowel, Puskesmas Talang, Puskesmas Panaguan, Puskesmas Palengaan, Puskesmas Proppo, Puskesmas Pademawu, RSU Moh Noer Pamekasan, RSUD Smart.