PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, dalam program 100 hari kerjanya di antaranya menciptakan nelayan jaya dalam bentuk kegiatan pemberian jeriken untuk BBM bersubsidi, dan penyerahan secara simbolis kartu kepesertan BPJS Ketenagakerjaan kepada 500 nelayan yang tersebar di seluruh Kabupaten Pamekasan. Penyerahan dilakukan di Pendopo Ronggosukowati, Jumat (13/6/2025).
Abdul Fatah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pamekasan menjelaskan, pemberian bantuan tersebut sebagai wujud pertanggungjawaban Pemkab Pamekasan terhadap nelayan sebagaimana dijelaskan Perda nomor 5 tahun 2019 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidayaan ikan dan petambak garam.
“Jeriken ini sebagai bentuk layanan penyediaan sarana usaha bagi nelayan agar mudah mendapatkan BBM bersubsidi dari SPBU. Mereka juga diberikan barcode yang bisa digunakan saat membeli BBM besubsidi sehingga mereka tidak dipersoalkan,” ujar Abdul Fatah.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman menjelaskan penghargaan kepada nelayan itu tidak hanya pemberian bantuan fisik saja, namun penghargaan terhadap peran mereka dalam menjaga ketahanan pangan nasional dari sektor kelautan dan perikanan. Penyaluran jerigen dan kartu BPJS itu, hanya sebagian kecil dari program 100 hari kerjanya.
“Kami menyadari tidak bisa diberikan sekaligus. Tapi yang belum menerima hari ini, akan kami susulkan pada tahap kedua,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan, Anita Ardhiana, menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab untuk memberikan perlindungan sosial kepada nelayan melalui dua skema utama, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang berlaku mulai Juli hingga Desember 2025.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS juga menyerahkan klaim santunan secara simbolis kepada 3 ahli waris salah satu nelayan yang telah terdaftar dan meninggal dunia akibat sakit di luar hubungan kerja, dengan total santunan sebesar Rp 42 juta.
Sedangkan satu ahli waris dari nelayan yang mengalami kecelakaan menerima sebesar Rp 200 juta
Anita menekankan pentingnya sosialisasi masif agar seluruh nelayan dan masyarakat pekerja sektor informal memahami pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat. Jika sosialisasi ini berjalan efektif, kami yakin semakin banyak yang akan bergabung dan terlindungi,” katanya.
Langkah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga nasional dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan program ini, Pemkab Pamekasan berharap nelayan tidak hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek utama dalam penguatan ekonomi maritim daerah.
