PAMEKASAN, MADURANET – Stadion Gelora Ratu Madura Pamelingan (SGMRP), Jalan Raya Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, menjadi sorotan publik setelah tergenang air saat pertandingan Persepam Pamekasan melawan AC Majapahit, Kamis (8/1/2026).
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut saat pertandingan, menyebabkan genangan air di sejumlah titik lapangan. Sehingga, laju bola terganggu dan memaksa wasit menjeda pertandingan sampai air surut.
Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air cukup tinggi, terutama di sisi pinggir lapangan. Padahal, stadion kebanggaan masyarakat Pamekasan itu diketahui telah berstandar FIFA.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, menyatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi stadion.
“Kami akan melakukan kajian dan evaluasi terkait kondisi stadion yang mengalami genangan air,” kata Akmalul, Jumat (9/1/2026).
Ia juga mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan turun langsung ke Pamekasan untuk meninjau Stadion Pamelingan.
“Nanti sore tim PUPR Provinsi Jawa Timur sudah berjanji akan datang ke Pamekasan untuk meninjau Stadion Pamelingan,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi lapangan yang tergenang air menuai kekecewaan dari para penonton. Salah satunya disampaikan Baim Arizal, pemuda asal Desa Larangan Badung, yang menyayangkan kejadian tersebut.
“Sebagai penonton, kami kecewa. Stadion ini kebanggaan Pamekasan dan sudah berstandar FIFA, tapi saat hujan lapangan langsung tergenang. Ini mengganggu pertandingan dan merugikan pemain,” kata Baim.
Menurut dia, genangan air tidak hanya merusak kualitas permainan, tetapi juga mengurangi kenyamanan penonton yang datang untuk mendukung tim kebanggaan daerah.
“Sepak bola itu soal ritme dan teknik. Kalau lapangan seperti kolam, permainan jadi tidak maksimal. Harapannya ke depan ada pembenahan serius, supaya stadion ini benar-benar layak dan membanggakan,” ujarnya.
Baim berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah agar kualitas infrastruktur olahraga di Pamekasan benar-benar diperhatikan, terutama menjelang berbagai agenda pertandingan penting.
”Semoga cepat diperbaiki, agar tidak menunggu sampai malam lagi untuk melihat pertandingan,” pungkasnya.













