PAMEKASAN, MADURANET – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan, Faruk Ali, merespons sorotan KONI Jawa Timur terkait penurunan capaian prestasi olahraga Pamekasan.
Usai pelantikan dan pengukuhan pengurus KONI Pamekasan masa bakti 2025–2029 di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (8/1/2026), Faruk menegaskan pihaknya menjadikan penurunan peringkat sebagai bahan evaluasi menyeluruh.
“Soal turunnya peringkat prestasi, kami berkomitmen di Porprov Jatim depan menargetkan masuk 10 besar,” kata Faruk.
Menurut dia, target tersebut akan dibarengi dengan pembenahan serius, terutama pada sarana dan prasarana olahraga di Pamekasan. KONI Pamekasan, kata Faruk, berencana melakukan perbaikan dan pembangunan fasilitas olahraga untuk setiap cabang olahraga (cabor).
“Hal tersebut menjadi evaluasi kita bersama. Untuk meningkatkan prestasi olahraga Pamekasan, kami akan melakukan perbaikan dan pembangunan tempat olahraga bagi setiap cabor,” ujarnya.
Faruk meyakini, fasilitas yang representatif akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas atlet. Meski demikian, ia mengakui saat ini belum ada alokasi anggaran khusus untuk perbaikan fasilitas tersebut.
“Anggaran memang masih belum ada, namun kami akan bergandeng dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk melakukan perbaikan fasilitas olahraga,” kata dia.
Selain dukungan pemerintah daerah, Faruk menyebut keterlibatan pihak swasta juga mulai terbangun. Sejumlah pengusaha di Pamekasan, menurutnya, siap ikut membantu memajukan sektor olahraga.
Tak hanya itu, KONI Pamekasan juga merencanakan pemanfaatan aset daerah untuk mendukung aktivitas olahraga. Salah satunya, dengan merenovasi Islamic Center yang kini difungsikan sebagai Mall Pelayanan Publik.
“Rencananya, Islamic Center akan direnovasi dan dijadikan tempat untuk berbagai cabang olahraga,” ucap Faruk.
Di luar persoalan fasilitas, Faruk menegaskan pembinaan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama kepengurusan baru. Ia menilai kualitas pelatih sangat menentukan peningkatan prestasi atlet.
“Yang menjadi catatan kami juga pembinaan pelatih. Kami akan memaksimalkan kualitas pelatih untuk setiap cabang olahraga,” tuturnya.
Faruk pun berharap seluruh elemen dapat terlibat aktif dalam memajukan olahraga di Pamekasan, mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga media.
“Kami berharap semua bisa membantu, baik pemerintah, pengusaha, dan pihak media, untuk bersama-sama memajukan sektor olahraga di Pamekasan,” kata dia.
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyoroti penurunan prestasi olahraga Pamekasan. Ia menyebut peringkat KONI Pamekasan turun dari urutan 24 ke 25, sementara jumlah trofi berkurang dari 14 menjadi 13.
Menurut Nabil, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pengurus KONI yang baru. Ia menekankan bahwa prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan, melainkan membutuhkan konsistensi, keikhlasan, dan kerja bersama lintas pihak.
“Prestasi itu dihitung ketika ada prestasinya. Dalam konteks olahraga, kita harus membangun semangat kebersamaan dan konsistensi,” ujarnya.
Nabil juga mengingatkan pentingnya peran daerah dalam mendongkrak prestasi olahraga Jawa Timur secara keseluruhan. Ia meminta KONI Pamekasan memberi perhatian khusus kepada atlet-atlet yang telah berprestasi di level nasional, termasuk mereka yang saat ini membela daerah lain.
Sementara itu, Bupati Pamekasan berharap kepengurusan KONI yang baru mampu mengembalikan kejayaan olahraga daerah yang dinilai mulai meredup. Ia menekankan pentingnya sinergi antara KONI, pemerintah daerah, cabang olahraga, dan mitra swasta.













