PAMEKASAN, MADURANET — Pembangunan pagar pembatas Pasar Waru, Kabupaten Pamekasan, mulai memberikan dampak nyata terhadap kelancaran lalu lintas. Sepekan setelah rampung dibangun, arus kendaraan di sekitar pasar terpantau normal tanpa kemacetan berarti, Senin (29/12/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan, pasar tumpah yang selama puluhan tahun menjadi ikon sekaligus sumber kemacetan Pasar Waru, kini mulai tidak terlihat pada pagi hingga siang hari. Aktivitas jual beli tampak lebih tertata dengan pedagang berada di dalam area pasar.
Trisno (41), penjual es cincau yang biasa mangkal di pinggir jalan Pasar Waru, mengaku kondisi lalu lintas jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah sekarang sudah tidak macet lagi,” ujar Trisno.
Menurut dia, aktivitas pasar tumpah memang masih terlihat pada sore hari, namun tidak sampai menyebabkan kemacetan seperti sebelumnya.
“Pasar tumpah masih ada sore hari, tapi tidak bikin macet. Yang masih jualan di luar pagar itu pedagang ikan, kalau sayuran sudah pindah ke belakang,” katanya.
Hal senada disampaikan Ilsem Maliki (20), warga Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, yang tengah berbelanja di pasar. Ia menilai penertiban pedagang serta pemindahan pembatas jalan di tengah ruas jalan membuat arus lalu lintas lebih lancar.
“Semenjak ada penertiban dan penghalang jalan yang di tengah dipindahkan, jalan jadi lancar. Kemacetan yang biasanya terjadi sekarang mulai berkurang,” ujarnya.
Meski demikian, Ilsem menyebut kepadatan kendaraan masih terjadi pada waktu-waktu tertentu.
“Kecuali pas hari pasaran, seperti Kamis dan Minggu, memang masih sedikit macet. Itu karena banyak pembeli parkir di pinggir jalan dan pedagang ikan laut yang masih di luar pagar,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Pamekasan, Handiko Bayuadi, menyampaikan bahwa pembangunan pagar pembatas Pasar Waru telah selesai sejak Jumat lalu. Pihaknya berencana melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan pengerjaan benar-benar rampung.
“Alhamdulillah pagar sudah selesai Jumat kemarin. Besok kami akan turun ke Pasar Waru untuk memastikan pengerjaan sudah 100 persen,” ujar Handiko.
Ia menyebut penataan Pasar Waru merupakan cita-cita lama masyarakat agar pasar menjadi lebih tertib dan rapi. Pembangunan pagar tersebut juga merupakan inisiatif langsung dari Bupati Pamekasan.
“Cita-cita masyarakat akhirnya tercapai, Pasar Waru kini lebih tertib dan rapi. Pembangunan pagar ini atas inisiatif Bupati Kholilurrahman agar Pasar Waru menjadi pasar yang lebih tertata,” katanya.
Handiko menambahkan, respons masyarakat terhadap penataan Pasar Waru juga sangat positif, termasuk di media sosial.
“Waktu diposting di internet, komentar masyarakat luar biasa positif. Banyak yang mengapresiasi,” ujarnya.
Menurut Handiko, persoalan kemacetan yang selama puluhan tahun menjadi pekerjaan rumah di Pasar Waru kini mulai teratasi.
“Puluhan tahun Pasar Waru selalu macet setiap hari. Sekarang sudah mulai tertib dan tidak macet lagi,” kata dia.
Pihaknya berharap, penataan Pasar Waru dapat terus dijaga secara konsisten agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.













