PAMEKASAN, MADURANET — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025) malam, menyebabkan banjir di dua lokasi berbeda di Kecamatan Tlanakan, yakni Jalan Raya Ambat, Dusun Trasang Bebe, Desa Ambat, serta Dusun Keramat, Desa Kramat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menjelaskan banjir dipicu intensitas hujan tinggi yang diperparah dengan kondisi air laut pasang, sehingga aliran air tidak dapat mengalir dengan optimal .
“Curah hujan tinggi disertai air laut pasang menyebabkan genangan dan luapan air di sejumlah titik, terutama wilayah dataran rendah dan dekat aliran sungai,” kata Dhofir, Senin (22/12/2025).
Di Jalan Raya Ambat, Dusun Trasang Bebe, Desa Ambat, banjir berupa genangan air setinggi sekitar 70 sentimeter menutupi badan jalan sejak pukul 20.00 WIB. Kondisi tersebut mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan, khususnya pada malam hari.
BPBD Pamekasan, lanjut Dhofir, menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 21.46 WIB dan langsung menerjunkan tim ke lokasi sekitar pukul 22.10 WIB untuk melakukan penanganan awal dan pemantauan. Beruntung, tidak ada rumah warga maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
”Sementara itu, banjir dengan dampak lebih luas terjadi di Dusun Keramat, Desa Kramat. Luapan air sungai menggenangi kawasan permukiman warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter,” ucap Plt BPBD Pamekasan tersebut.
Akibat kejadian ini, jelas Plt kepala BPBD, sekitar 150 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa terdampak. Aktivitas warga sempat terganggu, meski tidak dilaporkan adanya kerusakan rumah maupun korban jiwa.
“Tim BPBD bergerak ke lokasi untuk penanganan awal, asesmen, dan pemantauan kondisi. Air mulai berangsur surut menjelang tengah malam, sekitar jam 11:55 Wib, seiring hujan yang berubah menjadi gerimis,” pungkasnya.













