• Terkini
  • Trending
  • Semua

Ikasa Pamekasan Endus Adanya Calo Data Kependudukan

1 bulan lalu

Rumah Warga Patemon Pamekasan Nyaris Ludes Usai Terbakar

10 jam lalu

Persepam Waspadai Laga Kontra Tuan Rumah Pasuruan United

10 jam lalu

Persepam Gilas Persema 4-0 di Laga Perdana 16 Besar Liga 4 Jatim

11 jam lalu
10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

13 jam lalu

Tim Salawat Al Banjari Polres Pamekasan Juara Satu Tingkat Jatim

16 jam lalu

Depresi Seorang Nenek di Pasean Tewas Tercebur Sumur

18 jam lalu

Musda Golkar Pamekasan Dipindah ke Surabaya

22 jam lalu

Lansia Tewas Terpanggang di Larangan Pamekasan

2 hari lalu

Pemdes Sana Daya Salurkan Sembako untuk Korban Longsor

3 hari lalu

Inilah Nama-nama Korban Terdampak Longsor di Desa Sana Daya Kabupaten Pamekasan

3 hari lalu

Sejumlah Rumah Warga Desa Sana Daya Rusak Parah Akibat Longsor

3 hari lalu

Penyelundupan Narkotika di Lapas Kelas IIA Pamekasan Melalui Botol Deodoran dan Sol Sandal

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Selasa, Januari 20, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Bola
  • Gaya
Home Pilihan

Ikasa Pamekasan Endus Adanya Calo Data Kependudukan

Sekretaris Ikasa minta Bupati dan Sekda segera evaluasi sistem adminduk serta lakukan pendataan sekolah

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
17 Desember 2025
in Pilihan
9 1
0

Moh. Tamyiz, dalam forum serap aspirasi Bupati dan Wakil Bupati bersama Ikasa Batumarmar, Selasa (16/12/2025).

0
SHARES
100
VIEWS

PAMEKASAN, PAMEKASAN — Ikatan Kepala Desa (Ikasa) Pamekasan menyoroti persoalan serius dalam layanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pamekasan. Persoalan tersebut disampaikan langsung Sekretaris Ikasa Pamekasan, Moh. Tamyiz, dalam forum serap aspirasi Bupati dan Wakil Bupati bersama Ikasa Batumarmar, Selasa (16/12/2025).

Moh. Tamyiz yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Samatan menilai, kemudahan pengurusan KTP secara mandiri melalui aplikasi Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan (Paduka) , sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri, justru memunculkan persoalan baru di lapangan.

“Saking mudahnya pengurusan KTP mandiri tanpa melalui kepala desa, ini menimbulkan beberapa permasalahan di Disdukcapil. Mungkin Bapak Bupati dan Bapak Sekda belum mengetahui persoalan ini,” ujar Tamyiz di hadapan forum.

Ia menjelaskan, celah tersebut dimanfaatkan oleh oknum calo atau makelar. Meski berkas yang dibawa pemohon terlihat lengkap, sebagian dokumen ternyata palsu.

“Kalau warga mengurus lewat makelar, semua berkas ada, tapi dokumennya palsu. Disdukcapil kan mengacu pada berkas yang dibawa warga,” katanya.

Menurut Tamyiz, praktik percaloan itu semakin mengkhawatirkan karena sejumlah oknum disebut memiliki stempel desa palsu yang digunakan untuk memuluskan pengurusan dokumen.

“Banyak calo yang punya stempel desa palsu. Ini perlu segera ditanggulangi agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan tersebut sempat mencuat dalam kasus pengurusan akta tanah. Dalam kasus itu, KTP yang digunakan memang milik warga Pamekasan, namun dokumen pendukung lainnya terbukti palsu.

“Sekarang di Capil ini sudah ada masalah. Kami mohon segera ditindaklanjuti,” kata Tamyiz menegaskan.

Selain persoalan administrasi kependudukan, Ikasa juga menyoroti isu di sektor pendidikan. Tamyiz menyebutkan adanya sekolah dasar di wilayah Batumarmar yang sempat ditutup dan disegel oleh masyarakat.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, ia meminta Bupati dan Sekda Pamekasan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi SD, SMP, hingga SMA di Pamekasan.

“Mohon didata seluruh SD, SMP, dan SMA di Pamekasan, apakah ada yang bermasalah atau tidak. Jangan sampai peristiwa seperti di SDN Tambaru terulang lagi,” ujarnya.

Menurut dia, jika persoalan sekolah tidak diantisipasi sejak dini, yang paling dirugikan adalah para siswa.

“Takutnya nanti korbannya adalah anak-anak yang bersekolah di sana. Ini perlu menjadi catatan serius bagi Bapak Bupati dan Bapak Sekda,” tegas Sekretaris Ikasa Pamekasan itu.

Tags: Bupati PamekasanIKASAKholilurrahmanPamekasanserap aspirasi
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Kriminal
  • Bola
  • Gaya
    • Kulinari
    • Kesehatan
    • Plesir

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version