PAMEKASAN, MADURANET— Festival Musik Daul Gubernur Jawa Timur Cup 2025 yang digelar di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (13/12/2025) malam, diwarnai aksi pencopetan. Dua penonton melaporkan kehilangan telepon genggam saat menyaksikan lomba musik daul di kawasan Jalan Slamet Riadi, Barurambat Kota, Kabupaten setempat.
Salah satu korban, Ibrahim, warga Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, mengaku kehilangan Samsung Galaxy A06 warna light green sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa itu terjadi saat situasi mendadak ricuh akibat petasan yang dinyalakan di tengah kerumunan penonton.
“Sontak penonton panik dan berdesak-desakan. Setelah agak tenang, saya cek HP di saku kanan sudah tidak ada,” ujar Ibrahim, Senin (15/12/2025).
Ia menduga pelaku beraksi secara berkelompok dengan memanfaatkan kepanikan massa. Ibrahim langsung melapor ke Polres Pamekasan pada Ahad (14/12/2025). Namun, ponsel miliknya diduga sudah lebih dulu digunakan pelaku untuk melakukan penipuan.
“WhatsApp saya sepertinya dibobol. Bahkan ada keluarga yang sempat mentransfer uang Rp 100.000,” kata Ibrahim. Ia menyebut informasi yang ia terima menunjukkan korban pencopetan lebih dari satu orang.
Korban lainnya, Bagus Okaran Saputra, warga Dusun Lebak Barat, Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, juga kehilangan Realme Note 70 warna Beach Gold sekitar pukul 22.30 WIB di lokasi yang sama.
Bagus menuturkan, sebelum ponselnya hilang, sekelompok orang menyalakan kembang api yang memicu kepanikan penonton. Dalam kondisi berdesakan itulah ponsel yang disimpan di saku kanan celananya raib.
Dalam laporan ke polisi, Bagus mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 juta. Ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan meningkatkan pengamanan setiap kegiatan hiburan berskala besar.
“Setiap ada tontonan, selalu ada isu copet. Ini mencoreng nama baik Pamekasan. Harapan kami, polisi bertindak cepat dan tegas,” tutupnya.













