PAMEKASAN, MADURANET — Bupati Pamekasan Kholilurrahman resmi melantik Taufikurrachman, sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan. Pelantikan berlangsung pada Kamis (11/12/2025) di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati.
Pengangkatan Taufikurrachman yang sebelumnya berstatus sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dibacakan oleh Plt. Kepala BKPSDM Pamekasan, Saudi Rahman. Melalui Surat Keputusan Bupati Pamekasan Nomor 821.2/69/432.403/2025, Taufik akan menjabati Plt Sekda selama 3 bulan hingga hingga ditetapkannya Sekda definitif.
Dalam sambutannya, Bupati Kholilurrahman menegaskan bahwa amanah baru tersebut menuntut keseriusan, kehati-hatian, dan profesionalitas tinggi.
“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu bersama kita,” ujar Bupati membuka sambutannya.
Bupati juga menyampaikan bahwa Pj Sekda memainkan peran strategis sebagai penggerak utama roda pemerintahan.
“Kalau kita ibaratkan sebuah kereta, saudara pejabat Sekretaris Daerah ini adalah lokomotif yang mampu membawa gerbong yang ada di belakangnya,” tegasnya.
Ia meminta kepada mantan Kepala Bapperida ini, untuk aktif berkonsultasi dengan sekda senior dan selalu membuka ruang komunikasi lintas perangkat daerah.
Bupati menekankan pentingnya prinsip manajerial yang baik, keteladanan, dan kepiawaian mempengaruhi organisasi.
“Kepemimpinan itu adalah seni mempengaruhi orang lain agar mau berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki. Bukan hanya memerintah atau melarang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan perlunya Pj Sekda membangun sinergi yang kuat dengan seluruh perangkat daerah, termasuk camat dan kepala desa. Hal ini sejalan dengan temu aspirasi yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya.
“Kita harus mendengarkan suara bawah, suara masyarakat. Ketika ada apa-apa di desa, baik positif apalagi negatif, harus segera diberitahu kepada saya atau Pak Sekda untuk dicari tindak lanjutnya,” katanya.
Bupati menyoroti bahwa banyak surat yang masuk dari desa hanya terkait pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa. Ia berharap ke depannya desa mengajukan lebih banyak usulan program, bukan hanya persoalan birokrasi dasar.
Menutup sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Pemkab merupakan bagian dari upaya penyegaran agar pelayanan publik lebih optimal.
“Yang arahnya kurang benar bisa kita benarkan, yang arahnya kurang pas bisa kita lepaskan. Tapi semuanya harus berangkat dari nol,” tegasnya.
Bupati menyampaikan harapan agar pejabat baru dapat mendorong tercapainya visi-misi Pamekasan 2025–2029, serta memastikan output dan outcome setiap program benar-benar dirasakan masyarakat.













