PAMEKASAN, MADURANET — Bupati Pamekasan Kholilurrahman meninjau langsung perbaikan jalan swadaya di Desa Tengginah, Palengaan Daya, Rabu (3/12/2025).
Kondisi medan yang sulit dilalui membuat Bupati harus turun dari mobil dinas dan melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Camat Palengaan, serta Kepala Desa setempat.
Bupati menyampaikan apresiasi atas gotong royong warga untuk memperbaiki infrastruktur dasar desa. Ia meminta Dinas PUPR untuk meninjau peluang dukungan pendanaan dari pemerintah daerah, meski keuangan daerah saat ini masih terbatas.
“Dalam keterbatasan anggaran, pemerintah akan tetap mengupayakan dukungan agar akses warga bisa semakin membaik,” ucapnya.
Meski di bawah terik matahari dan akses yang berat, Bupati tetap meninjau langsung hasil swadaya masyarakat sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.
“Kerja keras masyarakat harus didukung. Kita perjuangkan bersama agar desa-desa di Pamekasan semakin maju,” ujarnya.
Bupati mengakui masih banyak wilayah yang tertinggal secara infrastruktur dan perlu percepatan penanganan. Ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan, terutama di pedesaan, menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mengejar ketertinggalan. Masyarakat sudah berbuat, pemerintah harus hadir,” kata Bupati.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan bahwa postur anggaran daerah masih belum pulih dan membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi. Perkiraan anggaran 2026 disebut berada pada kisaran Rp1,8 triliun.
Kepala Desa Palengaan Daya, Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa pembangunan ruas jalan tersebut merupakan kebutuhan mendesak karena menjadi akses utama pelajar menuju SMP di desa setempat.
Arifin memaparkan, panjang total jalan sekitar satu kilometer. Hingga kini 400 meter sudah rampung dikerjakan, sementara 600 meter sisanya masih menunggu penyelesaian.
“Uang yang terkumpul sementara Rp27 juta. Perkiraan kebutuhan total sekitar Rp300 juta. Sepuluh hari ke depan pengerjaan akan dilanjutkan,” tuturnya.
Pemerintah desa juga menyiapkan alokasi anggaran pada 2026, termasuk pembangunan jembatan penunjang akses jalan tersebut.













