PAMEKASAN, MADURANET — Upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak terus digenjot Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Salah satunya dengan pembukaan layanan Poli Laktasi dan Poli Nifas di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) sebagai fasilitas rujukan yang lebih terintegrasi, Kamis (4/12/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan Saifuddin menyebut, indikator kesehatan ibu dan bayi masih perlu menjadi perhatian serius.
“Capaian KN 1 kita 88 persen itu 88 persen KM 2,87 persen kemudian ASI eksklusif itu masih diangka 70 persen jadi masih menyisakan ada 20 sampai 25 persen yang belum melakukan kunjungan nifas,” ujarnya dalam Grand Opening layanan tersebut di RSUD Smart.
Menurut Saifuddin, persoalan laktasi dan nifas bukan sekadar prosedur medis, namun memerlukan pendekatan lintas layanan kesehatan.
“Kita ini enggak bisa enggak, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) itu jangan dikotomikan, kita harus satu rangkaian, termasuk dalam program laktasi dan nifas ini,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa tata kelola kesehatan Puskesmas kini sudah berbasis siklus hidup dengan lima klaster, sehingga masalah ibu, anak, remaja hingga lansia bisa ditangani lebih fokus.
Saifuddin menyampaikan harapannya agar pelayanan baru ini dapat memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan kesehatan daerah.
“Mudah-mudahan harapan kita bersama poli laktasi dan nifas ini memberikan dampak kontribusi terhadap pembangunan kesehatan di Kabupaten Pamekasan,” ungkapnya.
Direktur RSUD Smart Pamekasan menambahkan, layanan laktasi dan nifas memberikan pendampingan khusus kepada ibu setelah melahirkan, baik terkait pemulihan tubuh maupun dukungan untuk menyusui.
“Mobilisasi habis melahirkan kan kadang orang itu kesakitan atau malas bergerak, nah itu diajari supaya bagaimana tetap aktif, tetap sehat,” jelasnya.
Selain pemulihan fisik, pelayanan laktasi menjadi ruang konsultasi bagi ibu yang mengalami kendala menyusui agar kebutuhan gizi bayi bisa tetap terpenuhi.
“Kalau yang berkaitan dengan anak bayi ya ini tempatnya di poli laktasi itu memberikan dukungan mobilisasi dan relaksasi,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, kehadiran layanan baru ini dapat memperkuat sistem layanan kesehatan ibu-anak di Pamekasan, sekaligus menjawab tantangan peningkatan ASI eksklusif dan pemantauan kesehatan pascapersalinan.













