PAMEKASAN, MADURANET — Bupati Pamekasan Kholilurrahman bersama Wakil Bupati Sukriyanto menjenguk Nazua Fathia Hermansyah (9), seorang anak asal Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, yang mengalami kecacatan pada tangan akibat patah tulang yang tak tertangani selama empat tahun.
Kunjungan tersebut berlangsung di Dr. H. Slamet Martodirdjo (RSUD Smart) Pamekasan, Jumat, (28/11/2025), usai Nazua melakukan pemeriksaan.
Bupati dan wakil bupati tampak berdialog dengan Herman, ayah Nazua, sambil menunjukkan ekspresi penuh empati atas kondisi keluarga pekerja serabutan tersebut.
Herman bercerita, sang istri telah meninggal dunia beberapa waktu lalu setelah mendapat perawatan di Malang. Untuk biaya pengobatan, Herman bahkan rela menjual rumah mereka.
“Apa saja yang ada saya kerjakan, Pak,” ungkap Herman.
Menurut ia, insiden yang menyebabkan kondisi tangan Nazua terjadi saat putrinya masih berusia lima tahun. Nazua didorong hingga terjatuh dan mengalami patah tulang. Namun saat itu, dibayangi rasa takut dan kondisi ekonomi yang terbatas, keluarga tidak membawa Nazua ke rumah sakit meskipun telah memiliki BPJS Kesehatan.
”Nazua hanya dipijat seadanya tanpa penanganan medis yang benar,” sahutnya.
Akibatnya, tulang tangan Nazua kini tampak bengkok dan fungsi geraknya tidak maksimal karena otot mengecil.
Melihat kondisi tersebut, Wabup Sukriyanto langsung meminta ajudan membelikan pakaian baru untuk Nazua dan kedua saudaranya. Sementara itu, sedangkan Bupati Kholilurrahman memerintahkan organisasi perangkat daerah terkait agar segera mengurus rujukan medis ke rumah sakit di Surabaya.
“Persyaratan dan administrasi agar segera diselesaikan,” tegas Bupati.
Kepala Desa Branta Pesisir, Agus Istiqlal, mengaku kasus ini baru diketahui setelah perangkat desa dan tenaga kesehatan setempat melakukan penelusuran.
Laporan kemudian, lanjutnya, diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Pamekasan hingga akhirnya mendapat perhatian langsung dari bupati.
Plt Direktur RSUD Smart Pamekasan, Syaiful Hidayat, menjelaskan bahwa kondisi Nazua membutuhkan penanganan lanjutan dengan alat dan fasilitas khusus yang hanya tersedia di Surabaya.
“Tulangnya sudah bengkok. Perlu penyambungan tulang dan sendi agar bisa kembali berfungsi maksimal,” ujar Syaiful.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit baru mengetahui kondisi tersebut kemarin setelah mendapat atensi langsung dari bupati. Pemeriksaan awal telah dilakukan, dan rujukan ke Surabaya segera diproses.
“Semoga setelah operasi nanti, tangan Nazua bisa kembali pulih dan berkembang seperti semestinya,” pungkasnya.













