PAMEKASAN, MADURANET – Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, meminta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Pamekasan mengambil peran nyata dalam membangun budaya berkendara yang positif di tengah maraknya gank motor yang meresahkan masyarakat.
Pesan itu ia sampaikan dalam pengukuhan Pengurus IMI Pamekasan masa bakti 2025–2030 di Pendopo Ronggosukowati, Jumat (21/11/2025) malam.
“Masih ada citra negatif yang melekat kepada para pemotor. Balapan liar, knalpot blong, dan gangguan ketertiban lainnya. Jika tidak dikelola, ini akan memperburuk citra pemotor di Pamekasan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Ia menegaskan, IMI tidak boleh berhenti sebagai organisasi hobi, tetapi harus menjadi lembaga pembina bagi seluruh klub motor agar perilaku berkendara masyarakat semakin tertib dan terarah.
Menurut Bupati, Pamekasan memiliki banyak komunitas motor yang aktif, namun belum seluruhnya terwadahi dengan baik. Ia berharap IMI mampu melakukan konsolidasi dan menyatukan agenda klub agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“IMI Pamekasan harus mampu mengoordinasikan klub-klub motor dan mengarahkannya pada kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat, daerah, dan negara,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah kegiatan yang bisa dijadikan program rutin, seperti, bhakti sosial, touring wisata untuk mempromosikan destinasi lokal, kegiatan edukasi keselamatan berkendara.
”Serta melakukan pembinaan pemuda melalui komunitas pemotor yang terlibat dalam kegiatan keagamaan, seperti Ngaji Trotoar binaan Lora Abbas dari PP Banyuanyar Timur,” ucap Bupati.
Bupati juga menyinggung penyelenggaraan road race yang akan digelar di kawasan Stadion Gelora Madura Rato Pamellingan sebagai bagian dari Hari Jadi Pamekasan ke-495.
“Selain memberi ruang aman bagi para pemotor untuk unjuk kebolehan, kegiatan ini juga berdampak pada UMKM di sekitarnya,” ujarnya.
Pemkab Pamekasan, lanjutnya, telah menyiapkan arena khusus bagi pemotor agar kegiatan otomotif dapat terselenggara secara aman dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Bupati meminta IMI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi bergerak membangun kultur otomotif yang lebih sehat.
“Jadikan IMI sebagai wadah kegiatan sehingga semua agenda terjadwal dengan baik. Ke depan, bukan tidak mungkin ini menjadi agenda tetap yang dapat ‘dijual’ dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Tidak lupa, Bupati juga mengucapkan selamat kepada pengurus baru, serta berpesan khusus agar menjaga konsistensi organisasi dalam membina generasi muda.
“Semoga kepengurusan baru mampu membawa nama harum Pamekasan pada tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Acara pengukuhan turut dihadiri Wakil Bupati Sukriyanto, jajaran Forkopimda, Ketua IMI Pemprov Jawa Timur, pimpinan OPD, Ketua KONI, serta KORMI Pamekasan.













