PAMEKASAN, MADURANET — Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menjadi sorotan publik setelah bagian atap aula lantai empat dilaporkan ambruk, padahal bangunan tersebut menelan anggaran senilai dari Rp 33,3 miliar dari APBN.
Proyek yang kini menuai kritik itu dikerjakan oleh PT Ris Putra Delta sebagai pelaksana, dengan nilai kontrak mencapai 3 M lebih.
Rektor UIN Madura Saiful Hadi menyampaikan, kejadian ambruknya atap disebabkan oleh kebocoran pada genteng ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur Pamekasan.
“Ada genteng yang rusak, sehingga air masuk dan menyebabkan ambruk,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia menyebut bahwa peristiwa ini langsung disikapi sebagai bahan evaluasi bagi pelaksana proyek untuk dilakukan perbaikan.
“Alhamdulillah sudah kami kumpulkan apa saja yang menjadi evaluasi. Sekarang sudah diperbaiki,” katanya.
Pihaknya menegaskan, sampai tanggal 30 Januari 2026 nanti, gedung tersebut masih dalam masa pemeliharaan.
“Untuk perbaikan masih tanggung jawab pihak pelaksana, “ tegas Rektor.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Ismatul Izzah, menjelaskan bahwa hujan deras yang turun sejak sore hingga malam pada Rabu pekan lalu menyebabkan kerusakan dua bagian genteng atap gedung.
“Hujannya dari sore sampai malam, sekitar jam delapan itu. Hujan deras dan angin serta banjir di mana-mana,” ungkapnya.
Ismatul menambahkan bahwa perbaikan genteng dan struktur terdampak masih berjalan. Hingga siang ini, progres perbaikan sudah mencapai sekitar 50 persen.
“Sudah hampir selesai hari ini,” katanya.
Meski demikian, pihak kampus memastikan seluruh aktivitas rektorat tetap berjalan normal. Proses identifikasi kerusakan dan evaluasi teknis masih berlangsung bersama pelaksana proyek.













