• Terkini
  • Trending
  • Semua

Demo PKL Minta Berjualan di Arek Lancor dan Semua Toko di Arek Lancor Ditutup

3 bulan lalu

Rumah Warga Patemon Pamekasan Nyaris Ludes Usai Terbakar

2 jam lalu

Persepam Waspadai Laga Kontra Tuan Rumah Pasuruan United

2 jam lalu

Persepam Gilas Persema 4-0 di Laga Perdana 16 Besar Liga 4 Jatim

3 jam lalu
10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

5 jam lalu

Tim Salawat Al Banjari Polres Pamekasan Juara Satu Tingkat Jatim

8 jam lalu

Depresi Seorang Nenek di Pasean Tewas Tercebur Sumur

10 jam lalu

Musda Golkar Pamekasan Dipindah ke Surabaya

14 jam lalu

Lansia Tewas Terpanggang di Larangan Pamekasan

1 hari lalu

Pemdes Sana Daya Salurkan Sembako untuk Korban Longsor

2 hari lalu

Inilah Nama-nama Korban Terdampak Longsor di Desa Sana Daya Kabupaten Pamekasan

2 hari lalu

Sejumlah Rumah Warga Desa Sana Daya Rusak Parah Akibat Longsor

2 hari lalu

Penyelundupan Narkotika di Lapas Kelas IIA Pamekasan Melalui Botol Deodoran dan Sol Sandal

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Januari 19, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Bola
  • Gaya
Home Peristiwa

Demo PKL Minta Berjualan di Arek Lancor dan Semua Toko di Arek Lancor Ditutup

Bupati Kholilurrahman menolak permintaan untuk membuka Arek Lancor untuk PKL

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
27 Oktober 2025
in Peristiwa
14 1
0

Bupati Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukrianto didampingi Kapolres setempat AKBP Hendra Eko Triyulianto duduk bersama massa aksi di depan Kantor Bupati wilayah tersebut.

0
SHARES
152
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Suasana sempat memanas di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Senin (27/10/2025), saat puluhan pedagang kaki lima (PKL) menggelar aksi menuntut izin berjualan di kawasan Arek Lancor.

Di tengah sorakan massa dan dorongan emosi yang nyaris tak terkendali, Bupati Pamekasan Kholilurrahman tetap tampil tenang. Ia memilih menghadapi para pedagang dengan sikap sabar dan terbuka untuk berdialog.

“Mari kita bicarakan di pendopo supaya lebih elok, agar semua aspirasi bisa tersampaikan dengan baik,” ujar Kholilurrahman.

Ajakan itu ditolak oleh Korlap aksi, Ahmad Faesol. Dirinya tetap meminta agar dialog tetap dilakukan di depan kantor bupati.

Sekitar pukul 11.00 WIB, sempat terjadi senggolan kecil antara aparat dan massa, memicu ketegangan di lapangan. Namun Bupati yang berada di tengah situasi itu tetap menenangkan massa, bahkan meminta agar pembahasan tidak diwarnai amarah.

“Jangan sampai ada yang jadi korban kekerasan, apalagi sampai terluka. Mari bicarakan dengan kepala dingin,” ungkap Kholilurrahman.

Dalam dialog singkat, Bupati menegaskan bahwa Arek Lancor tetap menjadi zona terlarang bagi PKL, sesuai hasil rapat koordinasi dengan Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD). Namun ia tetap membuka ruang kompromi dengan menawarkan uji coba berdagang di depan kantor Pemkab selama dua hari setiap pekan.

“Kami pahami kebutuhan ekonomi PKL, tapi kami juga harus menata kota. Untuk itu, kami tawarkan berjualan di depan Pemkab dua hari. Kalau berjalan baik, bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan agar para pedagang tetap tertib dan tidak melanggar aturan. Ia menegaskan, apabila ada yang tetap nekat berjualan di Arek Lancor, pemerintah akan menindak sesuai regulasi yang berlaku, namun dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Pemkab Pamekasan telah menyiapkan rencana revitalisasi Food Colony di awal tahun 2026. Perbaikan fasilitas, sistem parkir, dan pembangunan air mancur di tengah area kuliner menjadi bagian dari rencana agar lokasi itu lebih menarik bagi pengunjung.

“Kami ingin food colony menjadi tempat yang hidup, ramai, dan layak bagi para pedagang. Itu sebabnya akan kami tata ulang mulai awal tahun 2026,” ujar Kholilurrahman.

Sempat terjadi ketidak sepahaman antara korlap aksi dan massa. Penyampaian yang dianggap tidak sesuai kontek oleh massa menimbulkan ketegangan antar massa aksi. Di antaranya, Korlap meminta semua toko yang ada di sekitar Arek Lancor ditutup. Seperti Pizza Hut, apotek, toko kelontong, warung, toko hand phone, Mie Gacoan dan lainnya.

Permintaan yang di luar konteks itu, membuat PKL bersitengang dengan korlap aksi. Bahkan seluruh PKL memilih meninggalkan korlap aksi sendirian.

“Kami hanya minta bisa berjualan di Arek Lancor, bukan menutup usaha orang lain yang sudah ada. Itu bukan tuntutan kami, itu kemauan sepihak korlap aksi,” kata salah satu PKL.

Tags: Arek LancorBupati KholilurrahmanPemerintah kabupaten PamekasanPKLpolres Pamekasan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Kriminal
  • Bola
  • Gaya
    • Kulinari
    • Kesehatan
    • Plesir

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version