• Terkini
  • Trending
  • Semua

Kisah 3 Guru di Pamekasan Terima Honor 200 Ribu Saat Sore Garap Sawah

4 bulan lalu

Rumah Warga Patemon Pamekasan Nyaris Ludes Usai Terbakar

1 jam lalu

Persepam Waspadai Laga Kontra Tuan Rumah Pasuruan United

2 jam lalu

Persepam Gilas Persema 4-0 di Laga Perdana 16 Besar Liga 4 Jatim

2 jam lalu
10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

5 jam lalu

Tim Salawat Al Banjari Polres Pamekasan Juara Satu Tingkat Jatim

7 jam lalu

Depresi Seorang Nenek di Pasean Tewas Tercebur Sumur

9 jam lalu

Musda Golkar Pamekasan Dipindah ke Surabaya

13 jam lalu

Lansia Tewas Terpanggang di Larangan Pamekasan

1 hari lalu

Pemdes Sana Daya Salurkan Sembako untuk Korban Longsor

2 hari lalu

Inilah Nama-nama Korban Terdampak Longsor di Desa Sana Daya Kabupaten Pamekasan

2 hari lalu

Sejumlah Rumah Warga Desa Sana Daya Rusak Parah Akibat Longsor

2 hari lalu

Penyelundupan Narkotika di Lapas Kelas IIA Pamekasan Melalui Botol Deodoran dan Sol Sandal

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Januari 19, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Bola
  • Gaya
Home Peristiwa Pendidikan

Kisah 3 Guru di Pamekasan Terima Honor 200 Ribu Saat Sore Garap Sawah

Bertahan mengajar meskipun honor tak cukup membiayai hidupnya

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
16 September 2025
in Pilihan
17 0
0
0
SHARES
171
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET — Tak terasa putaran waktu sudah 25 tahun. Bahrawi (47), Hanafi (50) dan Mohammad Ali (48) mengajar di Madrasah Nurul Islam, di Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Ketiganya, memulai pengabdiannya sejak tahun 2000.

Tanpa modal ijazah sarjana, ketiganya menjalani rutinitas sehari-hari. Selain mengajar di pagi hari, ketiganya melepas baju sebagai guru, menjadi petani di siang sampai sore hari.

Pilihan menjadi guru, menurut ketiganya adalah jalan jihad. Ilmu yang mereka peroleh saat menimba di salah satu pondok pesantren di Pamekasan, menjadi beban untuk diamalkan di tengah-tengah masyarakat.

“Demi mengamalkan ilmu, pagi hari saya mengajar. Kalau siang sampai sore, turun ke sawah menjadi petani,” ujar Muhammad Ali.

Setelah seperempat abad mengabdi, ketiga pria yang tinggal di Desa Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, tak pernah mengharapkan honor. Namun demikian, pihak lembaga tempat ketiganya mengajar, memberinya horor Rp 200 ribu per bulan.

“Sejak awal, kami sadar bahwa mengajar di sekolah swasta bukan jalan menuju kesejahteraan. Kami ikhlas dan honor bukan tujuan kami,” imbuhnya.

Meski begitu, semangat mereka di kelas tidak pernah padam. Mereka hadir setiap hari, meski perjalanan dari rumah ke sekolah memakan waktu dan tenaga.

Keterbatasan tak menghalangi mereka menemukan kebahagiaan. Bagi ketiganya, sukses murid adalah upah yang tak ternilai. Sebagian besar mantan siswa kini bekerja sebagai guru, melanjutkan estafet pengabdian di dunia pendidikan.

“Kebahagiaan kami adalah ketika murid sukses. Itu hadiah terbesar,” ucap Ali.

Di saat para guru lain di Indonesia sibuk mengejar kesejahteraan melalui tunjangan sertifikasi, ketiganya memilih diam. Mereka sadar bahwa lulusan pesantren yang tak punya ijazah sarjana, tak akan mampu menembus dunia itu.

“Dedikasi kami tidak akan berhenti meski gaji seperti ini. Biarkan orang lain mengejar sertifikasi, kami istikamah di jalur pengabdian,” kata Ali.

Kisah tiga guru ini adalah potret nyata pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka bekerja ganda, mengajar di kelas sekaligus menggarap sawah, demi memastikan roda kehidupan terus berputar.

Bagi Mohammad Ali, Hanafi, dan Bahrawi, murid yang berhasil adalah gaji sejati, sebuah kebanggaan yang tidak bisa ditukar dengan rupiah.

“Rata-rata guru disini juga murid saya,“ pungkas Ali.

Tags: Dinas PendidikanGuruPahlawan Tanpa Tanda JasaPamekasanpendidikan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Kriminal
  • Bola
  • Gaya
    • Kulinari
    • Kesehatan
    • Plesir

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version