• Terkini
  • Trending
  • Semua
Senat UIN Madura: Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ancam Digitalisasi Pendidikan

Senat UIN Madura: Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ancam Digitalisasi Pendidikan

5 bulan lalu

Rumah Warga Patemon Pamekasan Nyaris Ludes Usai Terbakar

41 menit lalu

Persepam Waspadai Laga Kontra Tuan Rumah Pasuruan United

56 menit lalu

Persepam Gilas Persema 4-0 di Laga Perdana 16 Besar Liga 4 Jatim

2 jam lalu
10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

10 Pemain Persepam Bantai Persema 4 Gol

4 jam lalu

Tim Salawat Al Banjari Polres Pamekasan Juara Satu Tingkat Jatim

7 jam lalu

Depresi Seorang Nenek di Pasean Tewas Tercebur Sumur

9 jam lalu

Musda Golkar Pamekasan Dipindah ke Surabaya

12 jam lalu

Lansia Tewas Terpanggang di Larangan Pamekasan

1 hari lalu

Pemdes Sana Daya Salurkan Sembako untuk Korban Longsor

2 hari lalu

Inilah Nama-nama Korban Terdampak Longsor di Desa Sana Daya Kabupaten Pamekasan

2 hari lalu

Sejumlah Rumah Warga Desa Sana Daya Rusak Parah Akibat Longsor

2 hari lalu

Penyelundupan Narkotika di Lapas Kelas IIA Pamekasan Melalui Botol Deodoran dan Sol Sandal

3 hari lalu
  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Periklanan
  • Login
  • Register
Senin, Januari 19, 2026
Maduranet.com
  • Home
  • Politik
  • Bola
  • Khazanah
  • Gaya
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
Maduranet.com
Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
  • Peristiwa
  • Bola
  • Gaya
Home Peristiwa Pendidikan

Senat UIN Madura: Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ancam Digitalisasi Pendidikan

Ahmad Muhlis sebut digitalisasi hari ini adalah kebutuhan primer, paradigma baru dalam dunia pendidikan

oleh Ahmad Daifi Al Farrozi
5 September 2025
in Pendidikan
32 1
0
Senat UIN Madura: Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ancam Digitalisasi Pendidikan
0
SHARES
331
VIEWS

PAMEKASAN, MADURANET – Penetapan tersangka mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook senilai Rp1,98 triliun pada Kamis (4/9/2025) lalu, memunculkan reaksi dari kalangan akademisi di Madura.

Ahmad Muhlis, Senat UIN Madura, menilai kasus ini berpotensi memberi dampak serius terhadap kepercayaan publik sekaligus masa depan digitalisasi pendidikan di daerah.

“Kasus ini masih dugaan, pasti ada yang percaya dan ada yang tidak. Namun jika benar, tentu akan sangat berdampak pada program digitalisasi pendidikan di Pulau Madura,” ujar Muhlis kepada MaduraNet, Jumat (5/9/2025).

Menurutnya, digitalisasi pendidikan tidak bisa dipahami sekadar pengadaan perangkat. Ada banyak faktor lain yang harus disiapkan, mulai dari infrastruktur, keamanan, hingga proteksi sistem.

“Digitalisasi itu tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Dibutuhkan energi yang besar, bukan hanya perangkat, tapi juga proteksi, pengamanan, dan ekosistem pendukung lainnya,” ujar Muhlis.

Pria yang juga Direktur Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan ini, menyoroti potensi kekecewaan besar di kalangan tenaga pendidik dan siswa. Baginya, digitalisasi sudah menjadi kebutuhan primer pendidikan modern yang tidak boleh ditunda.

“Para guru dan siswa pasti akan sangat kecewa jika benar-benar terjadi korupsi. Digitalisasi hari ini adalah kebutuhan primer, paradigma baru dalam dunia pendidikan, artinya tidak boleh ditunda,” imbuhnya.

Dirinya menekankan agar pemerintah tetap konsisten menjalankan roadmap digitalisasi pendidikan, terlepas dari kasus hukum yang menjerat pejabat negara.

“Pemerintah harus pastikan bahwa program digitalisasi akan tetap berjalan sesuai roadmap-nya. Jangan sampai kasus ini membuat dunia pendidikan kembali tertinggal,” tegasnya.

Kasus yang menjerat Nadiem Makarim ini tengah menjadi perhatian publik, setelah Kejaksaan Agung mengumumkan adanya kerugian negara Rp1,98 triliun berdasarkan audit BPKP. Nadiem kini ditahan di Rutan Salemba bersama lima pejabat lain dari Kemendikbudristek periode 2019–2022.

Dikutip dari ChatGPT, Chromebook merupakan program digitalisasi Pendidikan yang dimulai tahun 2020/2021 di Kemendikbudristek. Salah satu komponen utamanya pengadaan laptop berbasis ChromeOS untuk sekolah, lewat DAK fisik & APBN serta e-Katalog LKPP.

Pemilihan Chromebook karena perangkat ringan, mudah dikelola terpusat, sinkron dengan akun belajar.id & ekosistem Google Classroom—cocok untuk pembelajaran berbasis internet.

Tags: ChromebookIBS PKMKKKejagungMendikbudristekpendidikan
ShareTweetSendShareShare

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Berhenti berlangganan
Ahmad Daifi Al Farrozi

Ahmad Daifi Al Farrozi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maduranet.com

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Navigate Site

  • Tentang kami
  • Kebijakan Privasi
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Tidak ditemukan hasil
Tampilkan semua hasil
  • Home
  • Politik
    • Pemerintahan
    • Parlementaria
  • Peristiwa
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Kriminal
  • Bola
  • Gaya
    • Kulinari
    • Kesehatan
    • Plesir

Copyright © 2020 -2025 Maduranet.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Go to mobile version