PAMEKASAN, MADURANET – Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari ini, menjadi kado pahit bagi para guru honorer non kategori di Kabupaten Pamekasan. Seribu lebih guru SD honorer non kategori, belum menerima honor selama dua bulan berturut-turut. Honor yang tidak cair itu, terhitung sejak bulan April dan bulan Mei 2020.
Ketua Forum Guru Honorer (FGH) non kategori Moh. Sahi mengatakan, sejak pandemi Covid-19, honor guru honorer di Pamekasan banyak yang tidak cair. Padahal honor tersebut hanya Rp 150.000 per bulan. Bahkan ada yang hanya dihonor Rp 100.000 setiap bulan.
“Sudah dua bulan ini honor tidak cair. Ada yang cair tapi sebagian,” ujar Sahi saat dihubungi Maduranet, Sabtu (2/5/2020).
Menurut Sahi, seharusnya honor yang nilainya sangat kecil itu, dicairkan tepat waktu. Sebab banyak guru yang kesulitan biaya hidup di tengah pandemi ini. Ditambah lagi, tugas guru semakin bertambah dengan diterapkannya mengajar dari rumah. Banyak guru yang tidak mampu membeli paket data internet.
“Sudah kecil honornya, ditambah lagi dengan molor. Padahal sekarang semua masyarakat merasakan kesulitan hidup,” terangnya.
Selain honor tidak cair, insentif yang dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan kepada para guru, sampai saat ini juga belum ada kejelasan. Para guru hanya diberi janji-janji terus dan belum terealisasi sampai sekarang.
“Janjinya kami mau diberi insentif, tapi kenyataannya sampai sekarang belum jelas,” ungkapnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Muhammad Sahur berharap, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru di Pamekasan. Apalagi saat ini, kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak stabil yang dampaknya juga kepada guru.
“Saya prihatin jika ada guru di Pamekasan yang belum diberi honor sampai dua bulan. Saya harap Pemkab Pamekasn jangan diam dan segera ambil tindakan cepat,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.













